Stop Dreaming Start Action Now

{ Posted on 03:25 by FerdinAn dEje S }

Berani bermimpi (Dreaming) berani berbuat. Sebenarnya bermimpi itu bukan suatu hal yang salah atau bersifat buruk, namun Banyak orang yang hanya bermimpi tanpa adanya perbuatan. Mereka hanya bisa bermimpi dan bermimpi lagi, lalu dengan bangga merekapun membawa mimpi itu hingga ke liang kubur, Tanpa pernah mereka wujudkan dalam kehidupan yang nyata. Tragis memang, sedih memang, malang memang, serta keterlaluan memang.

Karakter manusia itu berbeda beda. Namun jangan salah praduga, kalau karakter yang buruk itu dapat diubah oleh orang itu sendiri, dari pengalamannya atau dari kegagalannya, dari apa yang pernah dia ketahui sebelumnya. Saya membagi karakter manusia itu dalam tiga jenis, diantaranya:

Ada orang yang memiliki mimpi selangit, namun karena tidak adanya keberanian untuk mengambil resiko, sehingga tidak pernah berbuat (Action) lalu merekapun menyerah
pada keadaan. pada akhirnya merekapun diam dan memulai bermimpi dan bermimpi lagi. Tragis memang, sedih memang, malang memang, serta keterlaluan memang.

Ada orang yang ingin mewujudkan impiannya dengan berani memulai, namun karena suatu kegagalan, merekapun diam kembali dan memulai bermimpi dan bermimpi lagi. Tragis memang, sedih memang, malang memang, serta keterlaluan memang.

Ada orang yang ingin mewujudkan impiannya. Ketika dia ingin memulai Ratusan bahkan ribuan kegagalan telah dia lewati, namun dia tidak pernah berhenti untuk berbuat. Kegagalan adalah kunci kesuksesan. Itulah semboyan yang selalu dia pegang.

Perlu kita ketahui kegagalan tersebut bukanlah kegagalan yang serupa yang diulang-ulang. Karena hal yang demikian tidak menjadikan kegagalan sebagai kunci kesuksesan, tetapi malah membuat kita berhenti. Jangan sekali-kali mengulang kegagalan yang sama, karena tanpa kita sadari hal itu membuat kita bosan untuk berbuat mengenai hal yang baru.

Dari ketiga karekter orang di atas. Tentu kita tau Karakter orang yang terakhir adalah karakter yang harus kita ikuti, karena kesuksesan berawal dari pengorbanan baik dari segi finansial ataupun non-finansial.

Pernahkah anda mendengar atau membaca wawancara dengan seorang yang benar-benar telah sukses? Tak lain dan tak bukan ialah JOKO SUSILO, seorang praktisi internet marketing yang paling berhasil. Seseorang yang memulai bisnisnya dari kecil sampai sekarang ini bisa menjadi orang sukses. Bahkan hasil yang diterimanya melebihi gaji dari anggota dewan bahkan yang korupsi sekalipun. Hehehehe bercanda, tapi serius lo saya telah membaca wawancara beliaw.

Sebenarnya masih banyak orang yang berhasil dan sukses dalam hidupnya melalui usaha yang mandiri dan banyak diantaranya berawal dari modal keberanian untuk memulai sesuatu hal, bahkan awalnya usaha tersebut tidak pernah di gelutinya bahkan diketahui sebelumnya. Namun dengan keberaniannya untuk berbuat, menjadikan di bertengger pada kesuksesan. Kemampuan berprestasi sering juga di sebut sebagai motivasi, orang yang berada pada karakter terakhir tadi menajdikan mimpinya untuk mendorong motivasinya untuk tetap berbuat tanpa pernah berhenti. Lalu anda tau apa yang dia dapatkan itulah kesuksesan, ya kesuksesan yang membanggakan.

Jika kita telah memiliki mimpi maka kita telah termotivasi untuk berbuat (Action). Ketika kita berada pada ruanga ini, tak lain dan tak bukan yang harus kita pikirkan adalah trik-trik khusus yang belum pernah dilakukan orang lain untuk memulai bisnis anda, bagaimana orang lain bisa tertarik dengan apa yang anda tawarkan, bagaimana orang lain menjadikan produk yang anda tawarkan sebagai sesuatu yang harus dia beli, dia pakai atau yang paling dia sukai. Untuk itu galilah pikiran anda dari yang pernah anda ketahui melalui yang anda membaca atau anda dengarkan terutama yang anda alami, sehingga anda tidak pernah jatuh kedalam lobang yang sama beberapa kali, hingga ujung-ujungnya berhenti lagi. Tragis memang, sedih memang,,.,..,.,.anda sudah tau kelanjutannya bukan???

Dengan demikian kita telah melawati sebuah tahap awal, sebuah tahap untuk mencapai kesuksesan. Karena kesuksesan bukanlah sebuah slogan belaka, tetapi suatu tujuan yang harus diraih.

Dalam hal ini anda bisa menjadikan orang yang patut di tiru seperti halnya Joko Susilo. Anda bisa menjadikannya sebagai cermin. Bagaimana beliau memulai bisnisnya hingga menjadi orang paling sukses dalam bidangnya. Joko Susilo adalah orang yang kreatif. Dia memiliki trik khusus bagaimana untuk memulai untuk bertindak. Lihat saja salah satu situs beliau seperti www.jokosusilo.com beliau memiliki trik-trik khusus, sehingga situs ini terus mendatangkan bangsa pasar yang tinggi, tempat dimana beliau memasarkan produk-produknya.

Untuk bisa menjadi orang yang seperti beliau awali dengan action, karena tanpa action anda tetap menjadi seorang pemimpi. Anda pastikan lagi ini bukan dunia khayalan bung! Ini dunia nyata, duania yang penuh dengan perbuatan.

Kunci yang paling terpenting sekarang adalah apakah anda berani untuk berbuat sekarang, detik ini, tanpa harus berlama-lama bermimpi lagi. Hayo saatnya bagi kita untuk beraksi, memulai tanpa pernah mengakhirinya di awal, tapi terus melaju menuju kesuksesan. Dekatilah tantangan dan mulailah menghancurkan tantangan itu. Kuatkanlah keyakinan anda kalau suatu saat apa yang anda perbuat hari ini akan menghasilkan pada waktu mendatang. Ingatlah kita semua dilahirkan untuk menjadi pemenang, bukan pecundang.
ACTION, ACTION dan ACTION. (Penulis Ferdinan De J Saragih)

Artikel ini diikutsertakan dalam kontes SEO Joko Susilo, jika anda tertarik untuk mengikuti kontes ini klik tautan ini www.jokosusilo.com

Sukses Selalu
Selengkapnya...

Puisi Sumber Kebahagiaan

{ Posted on 05:20 by FerdinAn dEje S }

Mengapa saya menyebut puisi sebagai sumber kebahagiaan? Rainer M Rilke pernah berkata “bila hari-harimu tampak buruk, jangan salahkan Tuhan. Salahkan dirimu sendiri bahwa kamu tidak bisa puitis untuk mensyukuri kekayaannya. Bagi Tuhan tidak ada kemiskinan.

Perkataan Rainer M Rilke itulah yang membuat saya sadar akan puisi yang mampu memberikan kebahagiaan. Hal itu pula yang saya alami, ketika kesedihan melingkupi hidup, saya mencoba menuliskan beberapa kalimat kata yang mampu melukiskan kesedihan itu, maka kebahagian itu datang menghampiri. Ketika kebahagiaan menemui saya. saya kembali menuliskannya dalam beberapa kalimat, kebahagiaan itu semakin lengkap saja. saatitulah saya sadar bahwa puisi itu adalah sumber kebahagiaan buat saya, sepertinya buat sobat-sobat juga sama.

Salam Sukses
Ferdinan De J Saragih
, seorang yang sedang dalam proses menulis. Blognya Raya Post di http://www.rayapost.blogspot.com/
Selengkapnya...

Puisi Ferdinan De J Saragih di Sindo II

{ Posted on 04:16 by FerdinAn dEje S }
Tags :

Minggu Seputar Indonesia, 22 maret 2009
Madu Setengah Jadi

Pada akhirnya aku kembali lagi
Diatas pulau bermain layaknya dulu
Sayang kau rogoh saku
Tak ada yang kubawa dalam kantong
Datar. Perut yang kuisi sepuluh tahun silam
Masih tersisa darah di serupa ranting
Kering peninggalan

Jangan kau sayangkan waktu kepergian
Telah banyak kujilat tanah
Untuk kumuntahkan di pulau ini
Serupa kotoran musang
Dipelataran kebun kopi kita dulu
Berisi biji kopi unggul
lalu kubuat madu itu menjadi-jadi

Setia Budhi, 2009


kehilangan

Kalong telah menjatuhkan
buah pada rumput
Semutlah yang berkerumun menikmati
Begitu pula kau
Telah kujatuhkan pada daratan
bukan punyaku

Sedihku beku diantara hari lalu
Kala hujan
Panas terik
aku tak lagi atapmu

Kutahu kesunyian bersamaku
Disela kesalahan
Sampai merenggutmu dariku
Serupa mutiara Yang kubuang
Di samudera lalu

Bandung, 2009


Bingkisan Hujan


Hujan membukakan lama tak kupunya
Kehangatan mata diiklaskan dalam gerimis
Selembut dentingan dia rebahkan
Sebuah laut dalam mata yang kedinginan

Hujan mengembalikan yang lama hilang
Melukis sebuah raga menawan tubuh
Seelok angin di sela terik mentari

Kubungkam keheningan suara
Kuhancurkan wajah memudar
Bersamanya aku menimbun gema
Terbang layaknya sepasang kupu-kupu

UPI, 2009


Perang

Diantara rumah dan tembok sunyi
Kau lontarkan gemersik peluru
Semua keras
Bersemayam dalam ketidakberdayaan

Haruskah kematian mengetuk pintumu
Haruskah kematian mengutuk jiwamu

Keegoisan telah mengubahmu
Menjadi hakim kematian
Mencuri hak Tuhan
Yang kutahu berabad-abad silam

Setia Budhi, 2009


Kusta dan Sajak

Bersabung gelisah di dadaku lama
Organ yang lama kupakai menconteng-conteng kata
Bersuara tanpa lelah di media-media
Meleleh habis oleh kusta yang lama tertanam
Serupa gulma di tanah subur

Bukankah tanganku serupa air di antara kemarau
Lalu daun-daun tumbuh tanpa kerontang
Hingga hati tak terbakar oleh api dunia

Sungguh aku tak dapat lagi membajak sawah
Mengukir patung, bahkan menulis sajak
Layaknya semusim lalu
Tinggal menunggu kemusnahan raga
Yang tak kutahu kapan

Bandung, 2009

Duka dan Bahagia
;Tua Gatuh


Adakah terang setelah gelap Begitu pagi setelah
Malam, dukaku terlalu berat
Tak terjamah olehku
Apakah lusa dukaku bahagia
Embun itu telah beranjak dan berhenti menetes
Dunianya telah berbeda, embun itu
Tak akan menetes lagi ucap mereka

Aku telah lama sadar akan manusia
Mengimaninya layaknya Tuhan
Kini iman itu lesu termakan duka
Menyelimuti seluruh jiwa yang lama terbuka
Semua telah terlambat saja
Namun apakah sia-sia
Jika aku menyerahkan bunga-bunga
Kepada embun yang telah tiada?

Bandung, 2009


Ferdinan De J Saragih lahir di Sigodang, Sumatra Utara, 4 Desember 1988. Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia UPI Bandung. Penulis, blogger (www.rayapost.blogspot.com). Puisinya tergabung pada antologi Karnaval Kupu-kupu dan Penyair Muda
Selengkapnya...

Puisi Ferdinan De J Saragih di Sindo I

{ Posted on 04:11 by FerdinAn dEje S }
Tags :

Minggu Seputar Indonesia, 23 November 2008
Mencintai Tanpa Alasan

Kau sering bertanya
Mengapa kau mencintaiku
Lalu kujawab
Aku mencintaimu tanpa alasan
Mukamu murung mendengarnya
kau tak mengerti maksudku

Kucoba menjelaskanya untukmu
Aku mencintaimu
Bila aku dapat merasakan aku ada
Aku merindukanmu tanpa batas
Cinta darimu telah mewarnai darahku
Kau lebih dari syair lagu atau sajakku

Bandung, 2008


Lupa Diri

Gedung-gedung megah dan kursi empuk
Kau hinggapi setiap hari
Terasa nyaman olehmu, bukan?
Makan dari keringat rakyat, jerit payahnya

Kau lupa, atau pura-pura lupa
Seribu janji yang kau sorakkan
Kau bisa duduk dikursi itu, Karena siapa?
Rakyat- rakyat yang kau bodohi

Tidak ada hati nurani, lalu lupa diri
Membebani rakyat kecil
Sadarlah, apa kamu lupa dunia akhirat?
Kelak membakarmu oleh api Neraka

Bandung, 2008



Sepenggal kemuliaan Petani

Aku dibesarkan oleh tanah-tanah Negriku
Tempat petani menguras tenaga
Memberikan makanan untuk masyarakat bangsa

Pekerjaan mulia itu selalu di emban
Petani-petani Negriku

Sesuatu yang tidak adil pikirku
Petani simbol kemiskinan
Direndahkan

Bayangkan jika petani mogok kerja
Mau makan apa masyarakat bangsa ini
Semua akan pupus
Kelaparan

Mati,
Mati,
Mati

Bandung, 2008


Sebatas Ungkapan


Suara-suara perubahan terucap bagaikan air mengalir
Menggugah segala pikiran rakyat jelata
Suaramu lantang memberikan suatu keyakinan
Tentang, adanya suatu perubahan

Hari itu kau terpilih menjadi komandan rakyat
Mengemban tugas begitu berat
Rakyat sangat berharap kau jadi palutan
Suatu perubahan, mereka nanti

Hari ini semua ucapan lantangmu termakan setan
Lenyap seiring berputarnya tujuan
Janji-janji itu sunyi tertinggal waktu
Hilang, ketika jabatan sudah ditangan

Setia Budhi, 2008


Bertiga telah tenggelam


Cinta itu indah
Jika terarah
Lurus mengiringi jalan-jalan
Tak ada labirin berkelok

Malam ini telah sirna
Bertiga terduduk
Oleh nikmatnya anggur merah
Oleng oleh karang nikotin

Kami terbelenggu diam
Cinta telah terbang
Dalam pikiran melayang
Hingga esok pagi

Cipaku, 2008


Keinginanku

Aku ingin dikenal segenap manusia
Ya, mungkin seperti seleb
Aku tidak ingin menjadi seleb
Aku ingin menjadi penyair saja

Penyair yang tidak dipandang sebelah mata
Membangun
Mengkritik
Dan tidak unjuk gigi saja

Sigodang, 2007


Ferdinan De J Saragih
lahir di Sigodang, Sumatra Utara, 4 Desember 1988. Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia UPI Bandung. Penulis, blogger (www.rayapost.blogspot.com). Puisinya tergabung pada antologi Karnaval Kupu-kupu dan Penyair Muda.
Selengkapnya...

Followers